Kurs dolar-won ditutup 1.503,4 won, naik 2,0 dan tekan biaya impor
Kurs dolar-won mencatat 1.503,4 won pada acuan pukul 15.30, naik 2,0 won. Level di atas 1.500 won tetap menekan pembayaran impor dan kewajiban valuta asing. Perusahaan dan investor di Korea perlu memantau biaya bahan baku, hedging, dan konversi mata uang.

Kurs dolar-won ditutup pada 1.503,4 won di acuan pukul 15.30. Nilainya naik 2,0 won dari level referensi sebelumnya, menunjukkan pelemahan won terhadap dolar. Kenaikannya terbatas, tetapi bertahannya kurs di kisaran 1.500 won tetap membebani importir, investor luar negeri, dan pihak yang memiliki kewajiban dolar.
Arti Level 1.500 Won
Kurs 1.503,4 won berarti pembelian 1 dolar membutuhkan 1.503,4 won. Pembayaran 10.000 dolar setara dengan 15.034.000 won sebelum biaya. Kenaikan 2,0 won menambah beban 20.000 won untuk pembayaran tersebut, dan pada transaksi 1 juta dolar beban tambahan mencapai 2 juta won. Bagi perusahaan Korea yang membayar bahan baku, energi, komponen, atau pengiriman dalam dolar, pergerakan kecil sekalipun memengaruhi biaya.
Dampak di Korea
Kurs yang lebih tinggi memengaruhi harga impor dan margin perusahaan. Minyak, gas alam, biji-bijian, logam, dan banyak input industri dihargai dalam dolar, sehingga won yang lebih lemah membuat biaya impor dalam mata uang lokal naik. Maskapai, kilang, kimia, makanan, dan importir peralatan semikonduktor termasuk sektor sensitif. Investor ritel yang membeli saham atau obligasi luar negeri menghadapi biaya konversi lebih tinggi, sementara pemilik aset dolar yang sudah ada dapat melihat nilai dalam won meningkat.
Fokus Berikutnya
Pasar perlu melihat apakah kurs bertahan di atas 1.500 won dan apakah volatilitas harian meningkat. Kenaikan lanjutan dapat menambah pembelian dolar forward, permintaan pembayaran, dan biaya hedging. Penjualan dolar dapat membatasi penguatan. Rumah tangga Korea juga perlu mengaitkan kurs dengan penukaran untuk perjalanan, remitansi pendidikan, harga mobil dan elektronik impor, serta struktur biaya saham berbasis komoditas. Kurs dolar-won diperkirakan tetap sensitif terhadap pasokan valuta asing dan minat risiko.
Poin utama
- Kurs dolar-won mencatat 1.503,4 won pada acuan pukul 15.30, naik 2,0 won. Level di atas 1.500 won tetap menekan pembayaran impor dan kewajiban valuta asing. Perusahaan dan investor di Korea perlu memantau biaya bahan baku, hedging, dan konversi mata uang.
- Gunakan isi artikel dan FAQ sebelum bertindak.
- Bandingkan dengan isu terkait di kategori.
Tanya jawab
Berapa kurs dolar-won hari ini?
Kurs berada di 1.503,4 won pada acuan pukul 15.30.
Berapa kenaikan kurs dolar-won?
Kurs naik 2,0 won dari level referensi sebelumnya.
Apa dampaknya bagi konsumen Korea?
Barang impor, remitansi luar negeri, dan penukaran mata uang dapat menjadi lebih mahal.
Berita terbaru

Lonjakan Harga Minyak Angkat Saham Kilang Korea Usai Bentrokan AS-Iran
Konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran memicu kekhawatiran pasokan minyak mentah dan mengangkat saham kilang Korea Selatan pada 13 Juli 2026. Harga minyak yang lebih tinggi mendukung nilai persediaan dan ekspektasi margin penyulingan, tetapi juga menaikkan biaya impor dalam won. Harga bensin dan diesel dapat bergerak dengan jeda. Volatilitas berp

Won-Dolar Ditutup Naik Tipis, Tegangan Timur Tengah dan Harapan Pasokan Hynix Beradu
Kurs won-dolar berakhir sedikit lebih tinggi pada 13 Juli karena risiko geopolitik Timur Tengah mendorong permintaan aset aman. Dolar menguat, tetapi harapan pasokan dolar terkait Hynix membatasi kenaikan. Pasar Korea kini mencermati harga minyak, likuiditas dolar, dan arus asing di saham domestik.

Won Melemah Hampir 6% Saat Asing Jual Saham Korea 156 Triliun Won
Aksi jual besar investor asing di saham Korea menambah tekanan pada won. Nilai jual bersih telah melebihi 156 triliun won tahun ini, sementara won melemah hampir 6% terhadap dolar. Pasar mencermati apakah perdagangan valas 24 jam dapat meredam pergerakan satu arah. Biaya impor, investasi luar negeri, dan lindung nilai perusahaan ikut terdampak.

Ekspor Bulanan Korea Tembus US$100 Miliar, Paradigma Dagang Berubah
Korea Selatan mencatat ekspor bulanan di atas US$100 miliar untuk pertama kalinya. Won lemah membantu pendapatan dan daya saing, tetapi rekor ini tidak hanya soal kurs. Semikonduktor, mobil, kapal, dan produk terkait energi menunjukkan perubahan struktur ekspor.

Permintaan dolar dari saham luar negeri naik, won berisiko bertahan 1.500
Pembelian saham luar negeri oleh investor Korea menciptakan permintaan dolar yang berkelanjutan. Jika kurs won-dolar bertahan di 1.500, biaya penukaran, harga impor, dan beban perusahaan meningkat. Pasar saham domestik juga bisa terdampak.

Kurs won-dolar turun lebih dari 10 won, data kerja AS lemah dan yen rebound
Kurs won-dolar turun lebih dari 10 won karena data ketenagakerjaan AS melemah dan yen rebound. Pasar kembali memperhitungkan peluang kebijakan moneter AS yang lebih longgar, sehingga permintaan dolar menurun. Kenaikan yen juga mengurangi tekanan pada won. Perusahaan dan investor Korea perlu mengelola volatilitas kurs.

Dolar-won berpeluang turun ke 1.500 dalam tiga bulan ditopang ekspor chip
Arah jangka pendek dolar-won kini lebih dipengaruhi respons kebijakan dan pemulihan ekspor. Citibank Korea menempatkan kurs dekat 1.500 dalam tiga bulan. Ekspor semikonduktor dan stabilisasi pasar valas dapat mengurangi tekanan pada won, sementara arus keluar asing tetap menjadi risiko.

Korea Siapkan 14,9 Triliun Won untuk Perusahaan Terdampak Kurs Tinggi
Kurs won-dolar berada di kisaran tengah 1.500 won dan menekan biaya perusahaan Korea. Pemerintah menyiapkan 14,9 triliun won melalui pinjaman dan penjaminan. Asuransi volatilitas valuta asing juga diperluas untuk mengurangi risiko kerugian kurs pada kontrak ekspor-impor.