Selasa, 14 Juli 2026BerandaRSS
Bitcoin$103,420▲ 1.24%Nasdaq18,642▲ 0.41%S&P 5005,430▲ 0.33%KOSPI2,704▼ 0.22%USD/KRW1,386.4▲ 3.10Emas$2,418▲ 0.55%
Pantauan harian dolar, yen, emas, minyak, dan biji-bijian
fx

Harga Minyak Melonjak Saat AS Lanjutkan Blokade Laut Terkait Iran, WTI Naik Hampir 10%

Harga minyak global melonjak setelah AS melanjutkan blokade laut terkait Iran. WTI naik 9,4% intraday ke US$78,14, sementara Brent naik 9,6% ke US$83,30. Risiko Selat Hormuz mendorong biaya asuransi, angkutan, dan impor energi. Korea menghadapi tekanan lebih besar jika harga minyak dan dolar naik bersamaan.

Harga Minyak Melonjak Saat AS Lanjutkan Blokade Laut Terkait Iran, WTI Naik Hampir 10%

Harga minyak internasional melonjak pada 13 Juli 2026 waktu AS. Kelanjutan blokade laut terkait Iran dan wacana biaya transit di Selat Hormuz langsung memasukkan risiko gangguan pengiriman minyak ke harga pasar. WTI naik 9,4% intraday menjadi US$78,14 per barel, sementara Brent naik 9,6% ke US$83,30. Kenaikan ini bukan sekadar pembelian jangka pendek; pasar menghitung ulang asuransi kapal tanker, potensi keterlambatan rute, dan premi risiko Timur Tengah.

Risiko Hormuz

Selat Hormuz adalah jalur penting bagi minyak mentah, produk BBM, dan LNG dari Teluk Persia menuju Asia serta Eropa. Saat ketegangan militer naik, operator kapal meninjau waktu tunggu, rute alternatif, dan biaya asuransi. Blokade menargetkan kapal dan perdagangan terkait Iran, tetapi pasar juga mengantisipasi keterlambatan kargo lain. Gagasan biaya sekitar 20% dari nilai kargo menambah kekhawatiran pada petrokimia dan ongkos laut.

Dampak ke Korea

Dengan asumsi kurs 1.380 won per dolar, WTI setara sekitar 108.000 won per barel dan Brent sekitar 115.000 won. Kilang Korea membeli minyak dalam dolar dan menjual BBM dalam won, sehingga minyak mahal dan won lemah meningkatkan tekanan biaya impor. Harga bensin dan diesel biasanya bergerak dengan jeda, dipengaruhi pajak bahan bakar, margin kilang, dan stok.

Prospek

Fokus pasar adalah cakupan nyata blokade, arus kapal di Hormuz, dan respons Iran. Jika ketegangan tidak mereda, minyak berpotensi tetap volatil di sekitar US$80 per barel.

Tautan mitra

Tautan mitra yang relevan dengan berita ini

Blok komersial ringan yang tidak mengganggu alur baca.

Iklan

Modul ini dapat memuat tautan afiliasi yang menghasilkan komisi dari pembelian memenuhi syarat. FX & Komoditas Now

Poin utama

  • Harga minyak global melonjak setelah AS melanjutkan blokade laut terkait Iran. WTI naik 9,4% intraday ke US$78,14, sementara Brent naik 9,6% ke US$83,30. Risiko Selat Hormuz mendorong biaya asuransi, angkutan, dan impor energi. Korea menghadapi tekanan lebih besar jika harga minyak dan dolar naik bersamaan.
  • Gunakan isi artikel dan FAQ sebelum bertindak.
  • Bandingkan dengan isu terkait di kategori.
Pusat kategoriBerita terbaruSitemap

Tanya jawab

Mengapa harga minyak melonjak?

Blokade laut terkait Iran meningkatkan risiko gangguan di Selat Hormuz, sehingga pasar menambahkan premi risiko pada harga minyak.

Seberapa besar kenaikan WTI dan Brent?

Pada 13 Juli 2026 waktu AS, WTI naik 9,4% intraday ke US$78,14 dan Brent naik 9,6% ke US$83,30.

Apa dampaknya bagi Korea?

Harga minyak yang lebih tinggi dan won yang melemah dapat menaikkan biaya impor, lalu berdampak pada bensin, diesel, penerbangan, dan logistik.

Lanjutkan riset

Buka artikel terkait dan kategori untuk membandingkan dari beberapa sudut.

Jelajahi kategori iniRSSllms.txt

Berita terbaru