Dolar-won sentuh 1.549 lalu tutup dekat 1.532, intervensi diduga terjadi
Kurs dolar-won sempat naik ke kisaran 1.549 dan memperbesar tekanan pelemahan won Korea. Setelah itu, kurs turun ke sekitar 1.532 karena penjualan dolar yang diduga terkait otoritas valas. Pergerakan ini penting bagi biaya impor, investasi luar negeri, dan pasar saham Korea.

Kurs dolar-won naik dalam perdagangan hingga kisaran 1.549, lalu turun dan ditutup dekat 1.532. Selisih sekitar 17 won antara level tertinggi dan penutupan menunjukkan pelemahan won tidak berlanjut satu arah. Penjualan dolar yang diduga terkait otoritas valuta asing menahan kenaikan di dekat area 1.550.
Mengapa 1.550 menjadi level penting
Kurs sekitar 1.549 won per dolar adalah level sensitif bagi perusahaan dan investor Korea. Untuk membeli 1 dolar dibutuhkan sekitar 1.549 won, sehingga biaya impor energi, bahan baku, dan komponen dalam won langsung meningkat. Eksportir dapat terbantu oleh nilai penjualan yang lebih tinggi setelah dikonversi ke won, tetapi industri yang bergantung pada impor menghadapi tekanan margin. Investor individu yang memegang saham luar negeri atau deposito dolar bisa melihat kenaikan nilai, namun konversi baru menjadi lebih mahal.
Dugaan intervensi membatasi kenaikan
Fokus utama adalah penurunan dari kisaran 1.549 ke sekitar 1.532. Di dekat level tertinggi, permintaan dolar melemah dan pasokan meningkat. Otoritas valas biasanya mengawasi pergerakan tajam satu arah dan volatilitas berlebihan. Besaran serta waktu intervensi tidak langsung diumumkan, tetapi pola harga memperkuat dugaan tersebut. Dalam jangka pendek, 1.549 hingga 1.550 menjadi resistensi, sedangkan area 1.530 menjadi titik pantau bawah.
Dampak bagi pasar Korea
Penutupan dekat 1.532 mengurangi tekanan dari puncak, tetapi levelnya masih tinggi. Minyak, gas, biji-bijian, dan logam industri yang dihargai dalam dolar dapat memengaruhi inflasi Korea melalui biaya konversi won. Pasar saham Korea juga sensitif terhadap arus dana asing, karena won yang lemah meningkatkan risiko rugi kurs bagi investor luar negeri. Pasar akan memantau apakah kurs kembali menembus 1.550, langkah stabilisasi tambahan, serta keseimbangan permintaan dolar importir dan penjualan dolar eksportir.
Poin utama
- Kurs dolar-won sempat naik ke kisaran 1.549 dan memperbesar tekanan pelemahan won Korea. Setelah itu, kurs turun ke sekitar 1.532 karena penjualan dolar yang diduga terkait otoritas valas. Pergerakan ini penting bagi biaya impor, investasi luar negeri, dan pasar saham Korea.
- Gunakan isi artikel dan FAQ sebelum bertindak.
- Bandingkan dengan isu terkait di kategori.
Tanya jawab
Seberapa tinggi kurs dolar-won naik?
Kurs naik ke kisaran 1.549 dalam perdagangan dan ditutup dekat 1.532.
Mengapa kurs turun dari level tertinggi?
Penjualan dolar yang diduga terkait otoritas valas mengurangi tekanan kenaikan.
Apa dampaknya bagi Korea?
Pergerakan ini dapat memengaruhi harga impor, biaya perusahaan, konversi investasi luar negeri, dan arus dana asing ke saham Korea.
Berita terbaru

Won-Dolar Dibuka Naik di Kisaran 1.530 karena Ketidakpastian Negosiasi AS-Iran
Kurs won-dolar naik tipis pada awal perdagangan Seoul 22 Juni dan dibuka di kisaran 1.530. Ketidakpastian negosiasi lanjutan antara Amerika Serikat dan Iran mengangkat permintaan dolar sebagai aset aman. Biaya impor dan sentimen pasar Korea berpotensi tertekan dalam jangka pendek.

Tiga Megabank Jepang Terbitkan Stablecoin Yen hingga Maret 2027, Ubah Pembayaran
Tiga megabank Jepang akan menerbitkan stablecoin berbasis yen bersama-sama hingga akhir tahun fiskal 2026 pada Maret 2027. Struktur 1 koin setara 1 yen dapat mengubah kecepatan dan biaya penyelesaian korporasi. Dengan 100 yen sekitar 940 won, perusahaan Korea yang bertransaksi dengan Jepang akan merasakan dampak langsung. Pembahasan Korea soal stablecoin won

Dolar-won tembus 1.520 pada Juni, tertinggi sejak krisis keuangan Asia
Kurs dolar-won naik melewati 1.520 pada Juni dan mencapai level tertinggi sejak krisis keuangan Asia. Pelemahan won menaikkan biaya impor, perjalanan dan pendidikan luar negeri. Bursa Korea lebih sensitif terhadap arus investor asing dan risiko rugi kurs. Perusahaan perlu meninjau likuiditas dolar, jadwal pembayaran dan rasio hedging.

Harga Minyak Turun 30%, BBM Korea Tetap Mahal karena Penurunan Terlambat
Harga minyak global turun 30% dalam sebulan setelah kesepakatan AS-Iran, tetapi harga BBM di SPBU Korea belum turun secepat itu. Penyebabnya adalah biaya impor, kurs won-dolar, pajak BBM, stok, dan jeda distribusi. Jika minyak murah bertahan, harga domestik berpotensi turun bertahap.

Won-Dolar Bertahan di Kisaran 1.500 Won, Pasar Obligasi Kian Waspada
Kurs won-dolar bertahan dalam kisaran 1.500 won karena pembeli dan penjual dolar berada dalam keseimbangan sementara. Pasar obligasi memantau jalur suku bunga dan arus asing, bukan mengejar satu arah transaksi. Pada 1.500 won per dolar, pembayaran USD 10.000 setara kisaran 15 juta won, menaikkan biaya importir, pelajar, dan investor global. Lindung nilai, se