USD/KRW ditutup 1.545,2 won, naik 13,2 dan tekanan pelemahan won membesar
Kurs dolar AS/won ditutup di 1.545,2 won, menandakan pelemahan won yang jelas. Penutupan pukul 15.30 naik 13,2 won dari sesi sebelumnya. Kenaikan ini dapat menambah biaya impor, pembayaran dolar, dan belanja luar negeri. Pasar Korea akan terus memantau volatilitas kurs.

Kurs dolar AS/won naik tajam di pasar valuta asing Seoul pada 29 Juni. Pada penutupan pukul 15.30, kurs berada di 1.545,2 won per dolar AS, naik 13,2 won dari sesi sebelumnya. Artinya, membeli satu dolar membutuhkan 1.545,2 won. Kondisi ini langsung menaikkan beban bagi importir, perusahaan dengan kewajiban dolar, dan rumah tangga yang memiliki pengeluaran luar negeri.
Arti level 1.545 won
Kenaikan 13,2 won berdampak langsung pada pembayaran perusahaan. Untuk pelunasan 1 juta dolar AS, kebutuhan won bertambah sekitar 13,2 juta won dibanding sesi sebelumnya. Untuk pembayaran 100 juta dolar AS, tambahan beban mencapai sekitar 1,32 miliar won. Bagi produsen Korea yang mengimpor energi, logam, gandum, dan bahan antara dalam dolar, kurs menjadi variabel biaya yang penting.
Pelemahan won dapat mendorong harga minyak, gas, dan komoditas dalam won. Hal ini menekan biaya produksi dan logistik, lalu dapat memengaruhi harga konsumen dengan jeda waktu. Karena Korea bergantung pada impor energi, pergerakan kurs mudah tercermin pada neraca perdagangan dan ekspektasi inflasi.
Dampak bagi pasar dan konsumen
Bagi pasar saham, dampaknya campuran. Eksportir bisa mendapat manfaat konversi pendapatan ke won, tetapi investor asing menghadapi risiko rugi kurs yang lebih besar. Sektor dengan porsi biaya impor tinggi cenderung lebih sensitif. Di pasar obligasi, kurs juga memengaruhi pembacaan inflasi dan ekspektasi kebijakan moneter.
Bagi konsumen, perjalanan luar negeri, biaya pendidikan, belanja lintas negara, dan investasi baru dalam dolar menjadi lebih mahal. Pemilik aset dolar dapat melihat nilai dalam won meningkat. Fokus berikutnya adalah apakah USD/KRW stabil di sekitar 1.545 atau terus naik. Perusahaan dan investor perlu menyesuaikan lindung nilai, jadwal pembayaran, dan pengelolaan kas.
Poin utama
- Kurs dolar AS/won ditutup di 1.545,2 won, menandakan pelemahan won yang jelas. Penutupan pukul 15.30 naik 13,2 won dari sesi sebelumnya. Kenaikan ini dapat menambah biaya impor, pembayaran dolar, dan belanja luar negeri. Pasar Korea akan terus memantau volatilitas kurs.
- Gunakan isi artikel dan FAQ sebelum bertindak.
- Bandingkan dengan isu terkait di kategori.
Tanya jawab
Berapa penutupan USD/KRW?
Kurs ditutup di 1.545,2 won pada pukul 15.30, 29 Juni, naik 13,2 won dari sesi sebelumnya.
Apa dampaknya bagi perusahaan?
Perusahaan yang membayar dalam dolar membutuhkan lebih banyak won untuk jumlah dolar yang sama, sehingga biaya dapat naik.
Apa dampaknya bagi konsumen?
Perjalanan, pendidikan, belanja internasional, dan investasi baru dalam dolar bisa menjadi lebih mahal dalam won.
Berita terbaru
Harga emas turun lagi karena dolar kuat menekan pembeli global
Emas tetap tertekan pada 29 Juni 2026 seiring penguatan dolar AS. Karena emas dihargai dalam dolar, kenaikan greenback membuat pembelian lebih mahal bagi pengguna won, yen atau euro. Di Korea, pelemahan won dapat menahan penurunan harga lokal meski harga global turun. Indeks dolar, imbal hasil Treasury dan arah suku bunga Fed menjadi penentu berikutnya.

Emas Turun ke Terendah 8 Bulan, Dolar Kuat dan Suku Bunga Menahan Risiko
Emas turun ke level terendah delapan bulan, membuat risiko pelemahan lanjutan lebih menonjol daripada peluang pantulan cepat. Dolar kuat dan suku bunga riil tinggi menekan daya tarik aset tanpa imbal hasil. Investor Korea juga perlu melihat kurs dolar-won, aturan KRX, dan biaya penarikan fisik.

Harga emas terus tertekan, dolar kuat dan imbal hasil riil uji peluang rebound
Emas tetap tertekan karena dolar dan imbal hasil riil meningkatkan biaya peluang memegang aset tanpa bunga. Rebound teknis membutuhkan lebih dari sinyal jenuh jual: dolar melemah, yield Treasury stabil, dan permintaan futures atau ETF perlu pulih. Investor Korea harus mencermati harga emas dalam won, USD/KRW, spread, pajak, dan biaya penarikan fisik.

Won-Dolar Tetap Tinggi, Korea Kaji Sistem Konsentrasi Valas
Kenaikan won-dolar menjadi risiko makro bagi Korea karena memengaruhi inflasi, biaya perusahaan, dan arus modal asing sekaligus. Pergerakan dari 1.300 ke 1.400 won per dolar menambah biaya 100 juta won untuk setiap pembayaran 1 juta dolar. Sistem konsentrasi valas dapat membantu mengelola likuiditas dolar saat krisis. Desainnya harus terbatas, transparan, da

Kurs Won-Dolar Bertahan di 1.500, ADR SK Hynix dan Perdagangan 24 Jam Jadi Variabel Baru
Level 1.500 won per dolar tidak lagi terlihat sebagai guncangan sementara. Gagal kembali ke area 1.400 selama 29 sesi menambah tekanan pada biaya impor dan arus dana asing. ADR SK Hynix dan perdagangan 24 jam membuka kanal harga baru bagi aset Korea.

Dermaga Batu Bara Donghae New Port Dimulai, Pasokan Bahan Baku Diperkuat
Dermaga batu bara Donghae New Port menjadi proyek logistik untuk bahan baku industri dasar. Permintaan utama datang dari industri semen dan pembangkit listrik di wilayah Donghae. Proyek ini diharapkan meningkatkan kepastian bongkar, penyimpanan, dan transportasi darat.

Emas XAU/USD: Koreksi Wave IV Mendekati Tahap Akhir
Emas XAU/USD bergerak dalam fase akhir koreksi Wave IV. Struktur ini lebih mencerminkan pendinginan setelah reli Wave III yang kuat, bukan pembalikan turun yang terkonfirmasi. Pertahanan support dan tembusnya resistance pendek akan menentukan peluang Wave V.

USD/KRW Rata-Rata Kuartal II Tembus 1.500 Won, Pertama Sejak Krisis Valas
Rata-rata nilai tukar won-dolar pada kuartal kedua naik di atas 1.500 won per dolar, level pertama sejak krisis valas Asia. Kurs tidak kembali ke area 1.400 selama 29 hari perdagangan berturut-turut. Importir, pelancong, mahasiswa luar negeri dan perusahaan dengan kewajiban dolar menghadapi beban won yang lebih besar.