Harga emas turun lagi karena dolar kuat menekan pembeli global
Emas tetap tertekan pada 29 Juni 2026 seiring penguatan dolar AS. Karena emas dihargai dalam dolar, kenaikan greenback membuat pembelian lebih mahal bagi pengguna won, yen atau euro. Di Korea, pelemahan won dapat menahan penurunan harga lokal meski harga global turun. Indeks dolar, imbal hasil Treasury dan arah suku bunga Fed menjadi penentu berikutnya.
Harga emas memperpanjang penurunan pada perdagangan Asia 29 Juni 2026. Dolar AS yang lebih kuat mengurangi daya tarik emas berdenominasi dolar dan menekan pembeli. Pelemahan ini lebih banyak dipicu faktor kurs daripada sekadar aksi ambil untung. Saat dolar naik, pembeli yang memakai won, yen atau euro membayar biaya efektif lebih tinggi untuk satu ons yang sama.
Mengapa Dolar Berpengaruh
Emas tidak memberi bunga dan diperdagangkan global dalam dolar. Dolar yang kuat, terutama bersama imbal hasil AS yang bertahan tinggi, melemahkan alasan untuk menambah pembelian. Permintaan aset aman masih memberi bantalan, tetapi belum cukup menutup tekanan kurs jangka pendek.
Dampak di Korea
Satu troy ounce setara 31,1035 gram. Di Korea, satuan ritel don adalah 3,75 gram, sekitar 12,06% dari satu ons. Harga emas fisik lokal mencerminkan harga global, USD/KRW, pajak, spread dan biaya pembuatan. Karena itu, penurunan harga global bisa tertahan jika won melemah.
Prospek
Arah berikutnya bergantung pada indeks dolar, imbal hasil Treasury AS dan jalur suku bunga Fed. Dolar yang terus kuat akan membatasi rebound, sedangkan dolar yang melemah dapat menghidupkan kembali minat beli.
Poin utama
- Emas tetap tertekan pada 29 Juni 2026 seiring penguatan dolar AS. Karena emas dihargai dalam dolar, kenaikan greenback membuat pembelian lebih mahal bagi pengguna won, yen atau euro. Di Korea, pelemahan won dapat menahan penurunan harga lokal meski harga global turun. Indeks dolar, imbal hasil Treasury dan arah suku bunga Fed menjadi penentu berikutnya.
- Gunakan isi artikel dan FAQ sebelum bertindak.
- Bandingkan dengan isu terkait di kategori.
Tanya jawab
Mengapa harga emas turun?
Dolar AS yang lebih kuat menaikkan biaya efektif emas bagi pembeli dengan mata uang lain.
Bagaimana dolar kuat memengaruhi emas?
Dolar kuat membuat emas lebih mahal dalam mata uang lokal dan dapat menekan permintaan fisik serta arus ETF.
Apa yang perlu dipantau investor Korea?
Harga emas global, USD/KRW, biaya emas fisik lokal, biaya ETF dan spread jual-beli.
Berita terbaru

Emas XAU/USD: Koreksi Wave IV Mendekati Tahap Akhir
Emas XAU/USD bergerak dalam fase akhir koreksi Wave IV. Struktur ini lebih mencerminkan pendinginan setelah reli Wave III yang kuat, bukan pembalikan turun yang terkonfirmasi. Pertahanan support dan tembusnya resistance pendek akan menentukan peluang Wave V.

USD/KRW Rata-Rata Kuartal II Tembus 1.500 Won, Pertama Sejak Krisis Valas
Rata-rata nilai tukar won-dolar pada kuartal kedua naik di atas 1.500 won per dolar, level pertama sejak krisis valas Asia. Kurs tidak kembali ke area 1.400 selama 29 hari perdagangan berturut-turut. Importir, pelancong, mahasiswa luar negeri dan perusahaan dengan kewajiban dolar menghadapi beban won yang lebih besar.

Produksi Konstruksi Korea Turun 24 Bulan, Melampaui Lesu Saat Krisis
Produksi konstruksi Korea Selatan turun dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya selama 24 bulan beruntun. Durasi pelemahan ini melampaui masa krisis keuangan Asia dan krisis keuangan global. Biaya pendanaan tinggi, lemahnya permintaan properti, dan tekanan pembiayaan proyek menunda pemulihan. Dampaknya merembet ke permintaan domestik, pekerjaan, dan won.

Emas Uji Support US$4.000 Saat Taruhan Suku Bunga Fed Menguat
Harga emas kini lebih dipengaruhi arah suku bunga Fed daripada risiko geopolitik. Futures New York ditutup pada 26 Juni di US$4.078,70, turun 3,44% mingguan. Level US$4.000 menjadi support kunci, sementara investor Korea harus memperhitungkan USD/KRW, hedging, dan struktur biaya produk.

Won Turun ke 1.530-an Setelah Mendekati 1.550 per Dolar, Intervensi Diduga
Kurs won-dolar naik mendekati 1.550 pada 26 karena penguatan dolar global, lalu cepat turun ke kisaran 1.530 di akhir perdagangan. Pergerakan tajam itu dipandang sebagai kemungkinan intervensi penjualan dolar oleh otoritas valas. Dampaknya terasa pada harga impor, arus asing di saham, dan volatilitas aset berbasis won.

Imbal Hasil Obligasi Korea Beragam, Tekanan Kurs Lawan Minat Aman; 3 Tahun 3,722%
Imbal hasil obligasi pemerintah Korea bergerak beragam pada tanggal 26. Penurunan tajam saham mendorong permintaan aset aman, tetapi tekanan pada won membatasi penurunan imbal hasil. Obligasi tenor 3 tahun tercatat di 3,722% per tahun.

Harga minyak anjlok, lalu lintas Hormuz pulih dan WTI turun di bawah US$70
Harga minyak internasional turun tajam setelah kekhawatiran kekurangan pasokan mereda. WTI turun di bawah US$70 per barel, dipicu oleh meningkatnya lalu lintas di Selat Hormuz dan dilanjutkannya pengiriman minyak Arab Saudi. Bagi Korea, penurunan ini dapat meringankan biaya kilang, penerbangan dan petrokimia, tetapi harga di SPBU bergerak dengan jeda karena

Dolar-won sentuh 1.549 lalu tutup dekat 1.532, intervensi diduga terjadi
Kurs dolar-won sempat naik ke kisaran 1.549 dan memperbesar tekanan pelemahan won Korea. Setelah itu, kurs turun ke sekitar 1.532 karena penjualan dolar yang diduga terkait otoritas valas. Pergerakan ini penting bagi biaya impor, investasi luar negeri, dan pasar saham Korea.