Dolar/won ditutup 1.555,8 won, naik 0,9 won pada penutupan 15.30
Dolar/won berakhir di 1.555,8 won. Penutupan pukul 15.30 berada 0,9 won di atas hari perdagangan sebelumnya. Kenaikan kurs berarti won sedikit melemah terhadap dolar. Biaya impor, remitansi, dan kewajiban dolar menjadi perhatian.

Kurs dolar/won ditutup pukul 15.30 di 1.555,8 won, naik 0,9 won dari hari perdagangan sebelumnya. Pergerakannya kecil, tetapi kurs tetap berada di level tinggi dan menunjukkan pelemahan tipis won Korea terhadap dolar AS.
Arti Penutupan
Kenaikan dolar/won berarti lebih banyak won dibutuhkan untuk membeli satu dolar. Berdasarkan kenaikan 0,9 won, penutupan sebelumnya dihitung sebesar 1.554,9 won. Pada kurs penutupan hari ini, pembayaran 10.000 dolar memerlukan sekitar 15.558.000 won, atau sekitar 9.000 won lebih banyak dari penutupan sebelumnya. Untuk transaksi kecil, selisihnya terbatas, tetapi bagi importir energi, bahan baku, komponen, dan pangan, dampak kumulatifnya dapat terasa.
Dampak di Korea
Area 1.555 won sensitif bagi harga dan margin perusahaan di Korea. Minyak, gas alam, biji-bijian, dan logam industri yang dibayar dalam dolar menjadi lebih mahal dalam won. Perusahaan penerbangan, penyulingan, makanan, kimia, dan komponen elektronik harus menentukan apakah kenaikan biaya diteruskan ke harga atau diserap oleh margin. Eksportir dengan pendapatan dolar dapat memperoleh manfaat translasi ke won, meski biaya input impor bisa mengurangi manfaat tersebut.
Prospek
Kenaikan 0,9 won menunjukkan arah jangka pendek yang terbatas, tetapi penutupan di 1.555,8 won menegaskan lingkungan kurs yang masih tinggi. Pasokan dan permintaan dolar, ekspektasi suku bunga global, minat risiko, neraca perdagangan Korea, dan arus investor asing akan menjadi faktor utama berikutnya. Perusahaan perlu meninjau lindung nilai, jadwal pembayaran, dan arus kas dolar.
Poin utama
- Dolar/won berakhir di 1.555,8 won. Penutupan pukul 15.30 berada 0,9 won di atas hari perdagangan sebelumnya. Kenaikan kurs berarti won sedikit melemah terhadap dolar. Biaya impor, remitansi, dan kewajiban dolar menjadi perhatian.
- Gunakan isi artikel dan FAQ sebelum bertindak.
- Bandingkan dengan isu terkait di kategori.
Tanya jawab
Berapa penutupan kurs dolar/won?
Kurs dolar/won ditutup pukul 15.30 di 1.555,8 won.
Berapa kenaikan dolar/won?
Kurs naik 0,9 won dari hari perdagangan sebelumnya. Penutupan sebelumnya dihitung sebesar 1.554,9 won.
Apa arti kenaikan dolar/won?
Artinya lebih banyak won dibutuhkan untuk membeli satu dolar, menandakan pelemahan won dan kenaikan biaya pembayaran dolar.
Berita terbaru
Emas Berisiko Tertekan Jual karena Perubahan Kebijakan AS dan Kekhawatiran Fed
Emas menghadapi tekanan jual jangka pendek akibat perubahan kebijakan AS dan kekhawatiran terhadap Fed. Jika ketidakpastian mendorong dolar dan imbal hasil riil naik, daya tarik emas tanpa bunga dapat melemah. Investor Korea juga perlu mencermati won, biaya, dan lindung nilai.

USD/KRW ditutup 1.545,2 won, naik 13,2 dan tekanan pelemahan won membesar
Kurs dolar AS/won ditutup di 1.545,2 won, menandakan pelemahan won yang jelas. Penutupan pukul 15.30 naik 13,2 won dari sesi sebelumnya. Kenaikan ini dapat menambah biaya impor, pembayaran dolar, dan belanja luar negeri. Pasar Korea akan terus memantau volatilitas kurs.

Saham Korea Masuk Volatilitas Ekstrem, Indeks Ketakutan Rekor dan Won Tutup 1.540
Pasar saham Korea Selatan terus berada dalam fase volatilitas ekstrem seiring meningkatnya kecemasan investor. Indeks ketakutan kembali mencetak rekor, sementara kurs won-dolar ditutup di kisaran 1.540. Investor saham, importir, dan pemilik utang dolar menghadapi risiko lebih besar.

Dolar-won Tembus 1.540 Saat Asing Jual Saham Korea Senilai ₩7,7 Triliun
Kurs dolar-won naik pada 29 ke area 1.540, level tertinggi sejak krisis keuangan global. Investor asing menjual sekitar ₩7,7 triliun saham Korea, menekan won. Pelemahan ini dapat menaikkan harga impor, biaya energi dan bahan baku, serta beban utang valas.

Lonjakan won-dolar dorong imbal hasil obligasi Korea, tenor 3 tahun 3,733%
Pasar obligasi Korea Selatan pada tanggal 29 mencerminkan guncangan kuat dari pasar valuta asing. Kurs won-dolar naik ke level tertinggi sejak krisis keuangan global dan mendorong imbal hasil obligasi pemerintah naik serentak. Tenor 3 tahun mencatat 3,733%. Tekanan kurs membebani inflasi, biaya pendanaan, dan sentimen investor.
Prospek Emas, Perak, dan Minyak: Penjual Unggul Saat Risiko Geopolitik Mereda
Emas, perak, dan minyak mentah kini didominasi penjual setelah risiko geopolitik mereda. Emas dan perak tertekan oleh turunnya permintaan aset aman serta arah dolar. Minyak melemah karena premi risiko pasokan menyusut. Investor perlu memantau harga dolar dan nilai tukar lokal.
Emas Uji Support Kunci saat Jalur Suku Bunga Fed dan Perundingan Iran Menekan Pembeli
Emas menguji support kunci karena jalur suku bunga Fed dan perundingan terkait Iran menekan pembeli. Ekspektasi pemangkasan suku bunga yang melemah mengurangi daya tarik aset tanpa imbal hasil. Harapan turunnya ketegangan Timur Tengah memangkas premi aset aman. Investor Korea perlu memantau USD/KRW, biaya, KRX, dan ETF emas bersama-sama.
Emas Melemah, Keraguan Daya Tahan Kesepakatan Damai Tekan Harga
Emas berada di bawah tekanan karena keraguan terhadap ketahanan kesepakatan damai kembali menguat. Ketidakpastian geopolitik biasanya mendukung emas, tetapi kali ini aksi jual jangka pendek dan dolar lebih dominan. Investor Korea juga perlu memantau kurs won-dolar. Volatilitas diperkirakan berlanjut.