Harga minyak anjlok, lalu lintas Hormuz pulih dan WTI turun di bawah US$70
Harga minyak internasional turun tajam setelah kekhawatiran kekurangan pasokan mereda. WTI turun di bawah US$70 per barel, dipicu oleh meningkatnya lalu lintas di Selat Hormuz dan dilanjutkannya pengiriman minyak Arab Saudi. Bagi Korea, penurunan ini dapat meringankan biaya kilang, penerbangan dan petrokimia, tetapi harga di SPBU bergerak dengan jeda karena

Harga minyak internasional turun tajam pada perdagangan New York 26 Juni. Perubahan utamanya adalah meredanya ketakutan atas kekurangan pasokan. Arus kapal melalui Selat Hormuz meningkat dan Arab Saudi kembali mengirimkan minyak mentah, sehingga pasar mengurangi premi risiko gangguan pasokan dari Timur Tengah. West Texas Intermediate, WTI, turun di bawah US$70 per barel.
Hormuz dan pengiriman Saudi meredakan risiko pasokan
Selat Hormuz adalah jalur penting bagi minyak mentah dan gas alam cair dari Timur Tengah. Jika lalu lintas turun, biaya asuransi, angkutan dan pengadaan alternatif naik cepat. Kali ini arahnya berlawanan. Peningkatan transit dan dimulainya kembali pengiriman Saudi melemahkan pembelian yang didorong kekhawatiran defisit jangka pendek. WTI ditutup di kisaran US$69, sementara Brent bergerak dekat US$72.
Dampak ke Korea dan prospek
Dengan WTI di kisaran US$69, konversi sederhana memakai kurs dolar-won di area tengah hingga atas 1.300 won menempatkan harga per barel di kisaran tengah 90.000 won, sebelum biaya transportasi, penyulingan, pajak dan distribusi. Ini membantu perusahaan kilang, maskapai dan petrokimia Korea. Konsumen bisa mengharapkan bensin dan diesel turun kemudian, tetapi harga lokal juga dipengaruhi harga produk Singapura, kurs, pajak BBM dan siklus stok. Jika lalu lintas Hormuz dan pengiriman Saudi tetap stabil, WTI berpeluang bergerak di rentang akhir US$60 hingga awal US$70.
Poin utama
- Harga minyak internasional turun tajam setelah kekhawatiran kekurangan pasokan mereda. WTI turun di bawah US$70 per barel, dipicu oleh meningkatnya lalu lintas di Selat Hormuz dan dilanjutkannya pengiriman minyak Arab Saudi. Bagi Korea, penurunan ini dapat meringankan biaya kilang, penerbangan dan petrokimia, tetapi harga di SPBU bergerak dengan jeda karena
- Gunakan isi artikel dan FAQ sebelum bertindak.
- Bandingkan dengan isu terkait di kategori.
Tanya jawab
Mengapa WTI turun di bawah US$70?
Lalu lintas Selat Hormuz meningkat dan pengiriman Saudi kembali berjalan, sehingga kekhawatiran kekurangan pasokan dan premi risiko menurun.
Apakah harga BBM Korea langsung turun?
Tidak selalu dengan besaran yang sama. Harga lokal juga dipengaruhi produk olahan, kurs dolar-won, pajak BBM dan perputaran stok.
Apa faktor utama berikutnya?
Lalu lintas Hormuz, stabilitas pengiriman Saudi, ketegangan Timur Tengah, biaya asuransi kapal dan kurs dolar-won.
Berita terbaru

Won-Dolar Dibuka Naik di Kisaran 1.530 karena Ketidakpastian Negosiasi AS-Iran
Kurs won-dolar naik tipis pada awal perdagangan Seoul 22 Juni dan dibuka di kisaran 1.530. Ketidakpastian negosiasi lanjutan antara Amerika Serikat dan Iran mengangkat permintaan dolar sebagai aset aman. Biaya impor dan sentimen pasar Korea berpotensi tertekan dalam jangka pendek.

Tiga Megabank Jepang Terbitkan Stablecoin Yen hingga Maret 2027, Ubah Pembayaran
Tiga megabank Jepang akan menerbitkan stablecoin berbasis yen bersama-sama hingga akhir tahun fiskal 2026 pada Maret 2027. Struktur 1 koin setara 1 yen dapat mengubah kecepatan dan biaya penyelesaian korporasi. Dengan 100 yen sekitar 940 won, perusahaan Korea yang bertransaksi dengan Jepang akan merasakan dampak langsung. Pembahasan Korea soal stablecoin won

Dolar-won tembus 1.520 pada Juni, tertinggi sejak krisis keuangan Asia
Kurs dolar-won naik melewati 1.520 pada Juni dan mencapai level tertinggi sejak krisis keuangan Asia. Pelemahan won menaikkan biaya impor, perjalanan dan pendidikan luar negeri. Bursa Korea lebih sensitif terhadap arus investor asing dan risiko rugi kurs. Perusahaan perlu meninjau likuiditas dolar, jadwal pembayaran dan rasio hedging.

Harga Minyak Turun 30%, BBM Korea Tetap Mahal karena Penurunan Terlambat
Harga minyak global turun 30% dalam sebulan setelah kesepakatan AS-Iran, tetapi harga BBM di SPBU Korea belum turun secepat itu. Penyebabnya adalah biaya impor, kurs won-dolar, pajak BBM, stok, dan jeda distribusi. Jika minyak murah bertahan, harga domestik berpotensi turun bertahap.

Won-Dolar Bertahan di Kisaran 1.500 Won, Pasar Obligasi Kian Waspada
Kurs won-dolar bertahan dalam kisaran 1.500 won karena pembeli dan penjual dolar berada dalam keseimbangan sementara. Pasar obligasi memantau jalur suku bunga dan arus asing, bukan mengejar satu arah transaksi. Pada 1.500 won per dolar, pembayaran USD 10.000 setara kisaran 15 juta won, menaikkan biaya importir, pelajar, dan investor global. Lindung nilai, se